Harapan

Ketika harapan muncul
Menyeruak
Menyentak
Segala yang menghalang,
Ketakutan menyertai,
Keraguan menemani
Diam.
Sesaat.

Ketika harapan lalu hilang,
Apa tersisa?
Apa tertinggal?
Selain pasrah,
dan mungkin sesal,
dan kesal.
Karena tidak berusaha,
dan takluk kepada takut,
kepada ragu.

Tolonglah.

Ku hanya tak ingin ragu.
Hanya ingin mengantar.
Sebuah harapan. Satu.
Ke tempatnya bersandar.

Sebab harapan bukan untuk tanpa alasan.
Bukan hanya untuk dirasakan.
Atau untuk disimpan.

Bukan.

Tolonglah.

Aku hanya ingin mengantar harapan.
Lalu, kulihat jarum jam berpindah angka.

Semoga.

Ada.

Advertisements
Harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s