Coincidence?

Beberapa bulan lalu, saya dikenalkan dengan lagu Sepatu-nya Tulus untuk pertama kali oleh seseorang (ehem). Instant like! Lagunya ringan, melodinya ngalir, liriknya pedih sih, yang mana memberikan ironi yang teramat dalam bagi siapa pun yang menyanyikannya. #halah

Singkat cerita, saya jadi nyanyi-nyanyi Sepatu terus, apalagi ternyata range-nya Tulus itu mirip-mirip range vokal saya jadinya enak lah nyanyinya ga perlu teriak-teriak kayak pas nyanyi lagunya Afgan misalnya. :p Pokoknya saya jadi suka banget lagu ini dan saya merasa relate dengan kesedihan yang terpancar dari lirik dan melodinya. Iya, sedih, lho! Ironis soalnya. Tapi baiklah, kita lupakan dulu soal Sepatu ini ya. Saya janji di akhir cerita ada hubungannya kok.

Nah, lalu kamu tahu kan saat di mana kamu tertarik dengan seseorang, tapi kamu waiting for the “click moment” yang bener-bener bikin kamu dalam hitungan detik, dari yang tadinya hanya sekedar tertarik dan nyaman, akhirnya menjadi “Wow, I got to know him more.” Dari yang tadinya “berbenteng” menjadi tidak “berbenteng” karena bentengnya runtuh dalam hitungan detik. Pernah kan ngalamin momen kayak begitu?

Saya sih pernah beberapa kali, tapi yang dulu-dulu saya lupa, lho! :)) Saya cuma ingat dua kejadian terakhir. Yang pertama adalah ketika seseorang, sebut saja A, akhirnya membuka diri tentang mantannya dan terdengar seperti lagi nangis. Itu “click moment” yang sungguh instan. Sejak saat itu, saya merasa saya peduli dengan dia dan saya ingin jagain dia. Saat itu benteng saya runtuh dan perasaan saya terbang lepas tidak bisa dikontrol lagi.

Lalu, yang kedua dan yang barusan aja sih, ketika saya melihat rekaman seseorang, sebut saja B, sedang main gitar sambil nyanyi Sepatu (nah ada hubungannya kan sama Sepatu). Hakhakhak. Orangnya baca ga ya ini? Pasti baca sih. #pasrahajadeh Nah, itu “click moment” yang ga kalah instan dari yang sebelumnya. Saya langsung terbuai, lho. Sampai sekarang pun masih. Hehe. Benteng yang tadinya ada untuk menjaga kesetiaan perasaan saya terhadap si A, sekarang runtuh. Intinya saat ini saya benar-benar vulnerable, pake kuadrat pula.

(Tapi masih sempet senyum-senyum)

Saya lalu pikir-pikir, rasa-rasanya saya gak mungkin akan ngalamin “click moment” yang kedua kalau dua bulan sebelumnya saya gak diperkenalkan dengan lagu Sepatu. Bener ga? Logikanya kan.. mana bisa ngalamin click moment kalau lagunya aja kita gak kenal ya! Wait.. lucunya sih, yang kasih kenal saya dengan lagu Sepatu itu tidak lain adalah si A sendiri.

Life has a funny way, doesn’t it?

Advertisements
Coincidence?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s